Jumat, 22 November 2019

LAB 22 Etherchannel Layer 3

LAB 22 ETHERCHANNEL LAYER 3

Pada lab 22, kita akan mempelajari tentang etherchannel layer 3. Etherchannel layer 3 tidak bisa kita konfigurasikan pada switch yang tidak mendukung layer 3, itu kita harus menggunakan switch MLS atau Multi Layer Switch. Untuk percobaan kita akan mencoba konfigurasi dengan layout seperti pada gambar dibawah ini : 


Pertama yang kita lakukan adalah mengkonfigurasikan IP pada interface yang terhubung ke client. Untuk konfigurasi IP , kita harus masuk ke interfacenya terlebih dahulu setelah itu kita harus mennonaktifkan fungsi layer 2 terlebih dahulu, karena MLS ini defaultnya masih layer 2. Untuk mennonaktifkan fungsi layer 2,kita bisa menggunakan perintah no switchport  setelah masuk ke interface. Untuk contohnya seperti gambar dibawah ini : 






Setelah selesai mengkonfigurasikan IP address pada interface yang menuju client, kita lanjutkan dengan memasukkan interface fa0/1-3 pada etherchannel dengan mode on,karena kita menggunakan layer 3.


Kita lihat pada gembar di atas bahwa konfigurasi etherchannel pada switch MLS tidak berhasil ini karena interface fa0/1-3 masih layer 2.Untuk itu kita harus mematikan fungsi layer 2 terlebih dahulu. Untuk konfigurasinya seperti gambar di bawah ini : 


Jika sudah, kita harus mengkonfigurasikan IP address pada etherchannel tersebut, untuk konfigurasinya seperti pada gambar di bawah ini : 



Pada gambar di atas terlihat bahwa kita masuk ke interface port-channel 1,ini di karenakan kita tadi memasukkan interface f0/1-3 ke dalam channel-group 1. Jadi jika kita menggunakan channel-group 2 maka kita akan menggunakan interface port-channel 2.

Jika pada MLS 1 sudah selesai di konfigurasi etherchannel sama seperti pada MLS2 .
Untuk channel-group ini harus sama dengan channel-group pada MLS 1.Untuk contoh konfigurasinya kita bisa lihat seperti gambar dibawah ini :


Jika etherchannel sudah selesai kita buat,kita bisa melanjutkan dengan konfigurasi ip address yang satu network dengan portchannel pada MLS1 . Untuk contoh konfigurasinya seperti gambar di bawah ini :


Untuk melihat apakah etherchannel sudah bekerja atau belum, kita bisa menggunakan perintah do show etherchannel summary ,jika kita berada pada config mode, jika kita berada pada privilege mode,kita bisa menggunakan perintah show etherchannel summary .




Pada kedua gambar diatas terlihat bahwa pada po1 terdapat simbol RU yang berarti etherchannel yang kita buat menggunakan layer 3, lalu pada sebelah port ada simbol P yang berarti bahwa port tersebut berada pada channel po1'

Untuk percobaan lebih lanjut,kita coba ping dari PC1 ke PC2 dengan asumsi,bahwa kedua PC sudah anda konfigurasikan IP sesuai dengan network pada interface switch MLS.




Pada keterangan di atas bahwa ping gagal karena ini masih belum routing. Untuk membuat routing kita harus mengaktifkan fungsi routing pada switch MLS terlebih dahulu setelah itu kita baru tembahkan route menuju IP network yang belum di ketahui switch MLS. Untuk contoh konfigurasinya seperti pada gambar di bawah : 




Setelah selesai membuat routing,lalu kita coba lakukan traceroute dari pc1 ke IP pc2. Dengan contoh perintah "traceroute 192.168.2.2".









LAB 21 Etherchannel PAgP

LAB 21 ETHERCHANNEL PAgP

Pada lab kali ini, kita akan mempelajari tentang etherchannel PAgP. Etherchannel PAgP atau Port Aggregation Protocol ini berbeda dari etherchannel LACP yang bisa digunakan pada semua vendor etherchannel PAgP ini hanya dimiliki oleh perangkat cisco saja ( Cisco Poprietary )untuk konfigurasi kita akan menggunakan layut seperti pada gambar dibawah ini :

Untuk konfigurasi etherchannel PAgP ini terdapat perbedaan pada mode yang kita gunakan. jika pada LACP kita menggunakan mode active dan mode passive,pada PAgP ini kita menggunakan konfigurasinya seperti gambar di bawah ini : 



Ket :
1. int range f0/1-3 ini digunakan untuk masuk ke interface f0/1-f0/3
2. channel-group {nomer group 1-6} mode {auto /desirable} ini digunakan untuk memasukkan interface kedalam channel group 
Catatan : Untuk mode pada PAgP kita tidak bisa menggunakan mode auto pada kedua switch. Mode yang harus kita gunakan adalah auto,desirable atau sebaliknya atau desirable,desirable. 
Channel group yang digunakan harus sama.

Setelah kita selesai memasukkan interface pada channel group 1 kita harus masuk ke interface channel group 1 dan mengubah modenya menjadi trunk untuk konfigurasinya seperti gambar dibawah ini :



Pada kedua gambar diatas terlihat bahwa kita menggunakan perintah int p1 ini digunakan untuk masuk ke interface port channel 1'

Jika mode port pada port channel sudah di ganti menjadi trunk ,mari kita lihat apakah konfigurasi etherchannel sudah selesai atau belum dengan menggunakan perintah show ip etherchannel summary contoh seperti gambar dibawah ini : 



Pada kedua gambar diatas terlihat bahwa protocol yang digunakan pada etherchannel merupakan PAgP dan terlihat bahwa pada port channel terdapat simbol SU yang berarti S(layer2),U(sedang digunakan). Selain itu jika kita mengkonfigurasi pada packet tracer, pada link light akan menyala hijau semua seperti pada gambar di bawah ini : 






Rabu, 20 November 2019

LAB 20 Etherchannel LACP

LAB 20 ETHERCHANNEL LACP

Pada lab kali ini, kita akan membahas/mempelajari tentang etherchannel LACP . Jika kita menggunakan 2 switch yang memiliki lebih dari 1 link,maka STP akan memblock beberapa link dan hanya akan mengaktifkan 1 link saja. Akan tetapi, di lab ini, kita akan mempelajari bagaimana agar semua link bisa aktif , dan kita akan  menggunakan etherchannel.
Etherchannel ini yang akan menghubungkan semua link dan akan di hubungkan kepada kedua switch tersebut.

Sebenarnya, untuk konfigurasi etherchannel ini ada beberapa protocol yang dapat digunakan unutk konfigurasi etherchannel seperti daftar dibawah ini :
1. LACP ( OpenStandart )
2. PAGP ( CiscoPropietary )
3. Etherchannel layer 3 

Seperti yang kita lihat daftar di atas bahwa ada 3 protocol yang dapat digunakan unutk mengkonfigurasikan etherchannel, akan tetapi di lab ini kita hanya mempelajari konfigurasi etherchannel hanya dengan menggunakan protocol  LACP. Sebelumnya kita akan membuat layout seperti gambar dibawah ini : 

Setelah selesai membuat layoutnya , lalu kita lanjutkan dengan mengkonfigurasikan dengan cara berikut  :




Setelah mengkonfigurasi etherchannel pada switch 1 mari kita lanjutkan dengan mengkonfigurasikan etherchannel pada switch 2 . 



Jika kita perhatikan seksama,akan ada perbedaan di switch 1 dan switch 2 yaitu di switch 1 menggunakan mode active sedangkan di switch 2 menggunkan mode passive. Ini bertujuan supaya etherchannel dapat di aktifkan,untuk itu perhatikan di bawah ini : 

Mode            Active           Passive
_____          ________          ________

Active                 Yes               Yes  

Passive                Yes                No
________________________________________________________________

setelah kita mengkonfigurasi etherchannel maka nanti semua port akan menyala. Jika kita ingin melihat status dari group 1,kita bisa menggunakan perintah seperti dibawah ini : 




Jika sebelumnya kita menggunkan 2 mode yang berbeda, maka sekarang mari kita coba menggunakan dua mode yang sama untuk kedua switch yaitu mode passive,untuk perintahnya seperti gambar di bawah ini : 



Jika kita melihat pada gambar di bawah ini maka akan terlihat bahwa etherchannel tidak berjalan. Dikarenakan kita menggunakan mode passive di kedua switch tersebut .







                    




  


Selasa, 19 November 2019

LAB 19 Spanning Tree Portfast

LAB 19 SPANNING TREE PORTFAST

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang spanning tree portfast . Secara default port pada switch akan melewati beberapa mode sebelum paket dapat melewati switch.Sebelum paket dapat melewati switch port,switch memerlukan waktu 50 detik unutk melewati switch. Jika belum ada 50 detik maka port switch tidak bisa di lewati oleh paket. Halini tentunya memerlukan waktu yang lama.Oleh karena itu,kita akan sama-sama belaja bagaimana cara untuk mempercepat proses spanning tree portfast . Tetapi spanning tree portfast ini hanya dapat kita aktifkan pada interface yang terhubung dengan client/server .

Sebelumnya kita buat layout seperti gambar di bawah ini: 









Pada layout diatas kita memasang kabel ke interface switch ke PC,maka port yang ada pada switch akan berwarna orange. Pada saat itulah kita tidak bisa mengirimkan paket data. Di bab ini kita akan mempelajari dan mencoba untuk memasang interface port switch ke client / server maka port tersebut langsung bisa di gunakan unutk mengirim paket tanpa harus menunggu lama.
Untuk konfigurasinya,sebagai berikut :








Saat kita mengetik perintah interface seperti gambar di atas,maka terlihat ada peringatan bahwa portfast hanya akan aktif saat interface berada pada non trunk .

Jika sudah terkonfigurasi seperti gambar di atas,coba kita putuskan kabelnya yang menghubungkan antar switch dan PC, lalu tambahkan lagi kabel antar switch dan PC.


Jika sudah dilakukan,coba kita perhatikan kabel yang berada pada switch berubah menjadi hijau tanpa harus menunggu terlebih dahulu.




LAB 18 per Vlan Spanning-Tree Protocol

LAB 18 Per Vlan Spanning-Tree Protocol

Pada lab 18 ini, kita akan mempelajari tentang perVlan spanning-tree protocol. Dimana setiap switch cisco akan mengaktifkan fitur ini. Fitur ini memungkinkan setiap vlan memilih satu switch sebagai root bridge,selain itu setiap vlan juga akan memilih port yang akan di blokir .

Untuk membuktikannya,coba kita membuat layout seperti gambar dibawah ini. Lalu di lanjutkan dengan konfigurasi. 





















Pada layout diatas setiap switch memiliki priority yang sama , karena itu maka switch akan memilih vlan yang memiliki mac address, yang paling kecil akan dipilih sebagai root bridge.


























Setelah itu,kita lanjutkan dengan menambahkan vlan 10 dan vlan 20 ke setiap switch dan juga ubahlah mode port menjadi mode trunk .











Setelah membuat vlan, coba kita lihat spanning tree pada salah satu switch,maka akan terlihat vlan yang baru saja kita tambahkan . Perhatikan gambar di bawah ini:































Karena setiap vlan memiliki port status sendiri-sendiri, oleh karena itu kita akan mencoba untuk merubah salah satu vlan supaya menjadi bridge, pada kali ini akan merubah vlan 10 supaya menjadi root bridge . Untuk merubahnya kita hanya merubah priority pada spanning tree vlan 10




Setelah itu lihat pada switch spanning tree di switch 2


















Setelah spanning tree pada vlan 10 menjadi root bridge ,kita harus merubah vlan semua port yang menghubungkan semua switch menjadi vlan 10 supaya switch 2 menjadi root bridge 






Setelah selesai coba kita lihat pada layout , maka switch 2 berubah menjadi root bridge dan port port blocking yang tadinya berada pada switch 2,sekarang berpindah ke switch satu. Jika kita merubah vlan 1 maka,nanti switch yang akan menjadi root yaitu switch 3 . 


Kamis, 07 November 2019

LAB 17 Spanning Tree Protocol Switch

LAB 17 SPANNING TREE PROTOCOL SWITCH 

Spanning tree yaitu dimana sebuah protocol yang di gunakan oleh switch untuk menghindari terjadinya looping pada jaringan. sebagai contoh, jika kita menggunakan layout di bawah ini, jika PC0 ping ke PC1 maka SW1 akan mengirimkan arp ke semua interface untuk menanyakan mac address PC1, begitu juga sebaliknya , maka hal tersebut mengakibatkan looping pada jaringan .

























Untuk menghindari adanya kesalahan tersebut switch telah di tambahkan protocol STP yang digunakan untuk memblock salah satu port, dimana nantinya hanya akan ada salah satu port saja yang akan digunakan sehingga hal ini, akan menghindari terjadinya looping. 

Jika sudah, kita lihat status spaaning tree nya pada switch dengan perintah " do sh spanning tree " 
















Pada port status di switch 1 terlihat bertulisakan " The bridge is the root " yang menandakan bahwa switch ini merupakan root bridge dan switch ini tidak memiliki port yang mati. 

















jika kita melihat status pada SW2 maka,terlihat bahwa 2(fastethernet 1/1) berarti port yang menyala,sedangkan port yang lainnya mati .

Cara untuk menentukan switch menjadi root brigde, biasanya pertama kali yang dilihat oleh switch adalah priority. Saat kita melihat status port pada Rood ID akan ada priority dan priority terkecillah yang akan dipilih menjadi root brigde . Default priority pada spanning tree di switch adalah 3279.

Karena kedua switch menggunakan default priority dan memiliki priority yang sama maka switch akan melakukan pemilihan berdasarkan mac address,pemilian pada mac address ini akan dilakukan dengan memilih switch yang memiliki mac address yang paling rendah akan dipilih menjadi root brigde.

Jika sudah mari kita coba mengubah priority supaya status root bridge dari SW1 berpindah ke SW2, dengan perintah "Spanning-tree vlan 1 priority 10"







Jika kita melihat gambar diatas akan terlihat bahwa kita hanya bisa merubah priority sesuai dengan priority yang ditentukan oleh switch . Jika sudah, coba kita merubah priority nya dengan lebih rendah daripada priority default SW2 . Setelah itu,lihat status port nya dengan perintah "do sh spanning-tree  28672"
















Pada gambar di atas terlihat bahwa status port pada SW1 telah berubah menjadi root brigde dan kita lihat pada layout , maka seluruh port yang berada pada switch 1 yang menuju switch 2  menyala semua . Dan pada switch 2 hanya ada satu port yang menyala.
























Jika sudah berhasil,coba kita ubah kembali switch 2 menjadi root brigde , Kita harus mengubah prioritynya menjadi lebih kecil dari switch 1 , dengan perintah "spanning-tree vlan 1 priority 8192"















Lalu kita lihat pada status portnya akan berubah menjadi root brigde . Maka port yang tidak aktif akan berpindah.























LAB 16 Security Port Switch

LAB 16 SECURITY PORT SWITCH

Pada lab ini, kita akan belajar tentang cara konfigurasi port security pada switch. Hal ini digunakan untuk membatasi perangkat yang di perbolehkan untuk mengakses salah satu port pada switch. Dengan cara: 
 a. memilih mode port seperti access/trunk,akan tetapi tidak boleh dynamic
 b. mengaktifkan port security 
 c. menambahkan / memasukkan mac address
 d. menentukan jenis security 

Jika sudah tahu apa yang harus kita lakukan , hal selanjutnya adalah membuat layout seperti gambar di bawah ini : 
















Jika sudah membuat layout seperti itu, lalu kita lanjutkan mengkonfigurasi untuk membuat port securitynya.



















Setelah selesai konfigurasai tersebut, lalu kita coba ping ke setiap pc agar mencatat mac address dari pc yang terhubung ke port 













Jika sudah terhubung / berhasil . Maka kita coba lihat ke table mac addressnya, dengan perintah " do show mac-address-table" 












Jika sudah, coba kita lepas dan tukar portnya . Maka hasil akhirnya akan tetap tershutdown . 
Untuk mengaktifkannya kembali, kita bisa menukarkan kembali port yang sudah di pindahkan tadi ke tempat semula. Lalu matikan dan nyalakan kembali portnya.